Salah satu patung berlapis emas di kompleks Arts of War dan Arts of Peace, Washington, tampak seperti meleleh dalam foto yang beredar di media sosial, beberapa bulan setelah renovasi. Penampakan itu memicu spekulasi warganet mengenai bahan pelapisnya, termasuk dugaan bahwa lapisan tersebut bukan emas murni.
Patung-patung itu direnovasi atas permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menginginkan permukaannya dilapisi emas 24 karat. Namun, laporan yang beredar belum menyertakan hasil pemeriksaan bahan ataupun penjelasan resmi yang memastikan penyebab tampilan patung dalam foto tersebut.
Foto patung memicu dugaan lapisan bukan emas murni
Perhatian warganet tertuju pada salah satu patung yang, dalam foto, terlihat memiliki bagian berlapis emas seolah-olah meleleh. Sejumlah pengguna media sosial kemudian mempertanyakan apakah material yang digunakan benar-benar emas. Mereka mengaitkan penampakan itu dengan sifat emas yang membutuhkan suhu sangat tinggi untuk mencair.
“Sebagai pengingat: Emas meleleh pada suhu sekitar 2.000 derajat (fahrenheit),” tulis seorang pengguna di X, seperti dikutip The Mirror US pada Minggu (1/11/2026). Ia menambahkan bahwa Washington, DC, tidak sedang mengalami gelombang panas seperti itu.
Pengguna lain menyetujui kecurigaan tersebut. Ada yang menyimpulkan bahwa bahan yang digunakan untuk patung bukan emas, sementara pengguna lain menduga lapisannya berupa lembaran emas imitasi. Dalam unggahan yang dikutip media, material imitasi itu disebut terdiri atas 84 persen tembaga dan 14 persen seng.
Namun, dugaan tersebut masih berasal dari komentar warganet. Foto yang beredar menunjukkan tampilan patung, tetapi bahan yang digunakan maupun penyebab bentuknya terlihat demikian belum dipastikan dalam laporan. Karena itu, spekulasi tentang emas palsu tidak dapat diperlakukan sebagai hasil pemeriksaan atau kesimpulan resmi.
Renovasi mencakup dua kelompok patung di Washington
Proyek yang menjadi sorotan itu melibatkan dua kelompok patung, Arts of War dan Arts of Peace. Keduanya berada di Washington dan menjalani restorasi yang mencakup pelapisan ulang dengan emas, pembersihan, serta stabilisasi struktur granit. Tujuannya, menurut laporan, adalah mengembalikan kondisi patung seperti semula.
Trump sebelumnya memamerkan perkembangan pekerjaan tersebut melalui akun Truth Social. Dalam unggahan pada Kamis (30/7/2026), ia menyebut perancah yang menutupi patung Arts of War berlapis emas sedang dibongkar. Foto yang disertakan memperlihatkan pekerja membuka perancah setelah pengerjaan restorasi.
Proses renovasi dikebut agar dapat selesai bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Amerika Serikat. Meski begitu, proyek tersebut tidak rampung sesuai waktu yang ditargetkan. Setelah restorasi selesai, beberapa bulan kemudian foto salah satu patung yang tampak seperti meleleh beredar di media sosial dan kembali mengundang perhatian.
Penampakan tersebut membuat proyek yang sebelumnya dipamerkan sebagai pembaruan patung berlapis emas kini dibicarakan karena dugaan mengenai kualitas materialnya. Akan tetapi, informasi yang tersedia tidak menjelaskan kapan tepatnya foto itu diambil atau menunjukkan hasil uji terhadap lapisan patung. Kedua hal itu penting untuk membedakan kondisi visual yang tampak di foto dari kesimpulan mengenai materialnya.
Spekulasi belum menjawab penyebab tampilan patung
Perdebatan di media sosial berpusat pada pertanyaan sederhana: jika lapisan itu emas, mengapa permukaannya terlihat seperti meleleh? Warganet menggunakan suhu leleh emas dan kondisi cuaca Washington sebagai alasan untuk meragukan material yang dipakai. Meski demikian, komentar tersebut belum menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada permukaan patung.
Laporan yang beredar juga tidak memuat keterangan mengenai pemeriksaan teknis setelah foto itu muncul. Dengan demikian, belum ada dasar dalam informasi tersebut untuk memastikan apakah perubahan tampilan berkaitan dengan bahan pelapis, kondisi permukaan, atau hal lain. Dugaan mengenai lembaran emas imitasi pun tetap merupakan spekulasi pengguna media sosial.
Restorasi patung-patung itu sejak awal tidak hanya menyangkut penampilan emasnya. Pekerjaan juga mencakup pembersihan dan stabilisasi granit, sehingga penilaian atas hasil akhir perlu melihat keseluruhan proses, bukan hanya foto yang viral. Kejelasan mengenai bahan pelapis dan kondisi patung akan membantu menjawab pertanyaan publik tanpa bergantung pada dugaan.
Untuk saat ini, foto patung yang tampak meleleh menjadi pemicu perdebatan, bukan bukti bahwa emas yang digunakan palsu. Penjelasan teknis atau hasil pemeriksaan material akan menjadi kunci untuk memastikan apa yang terjadi pada karya di Washington tersebut.
