PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Unit Riset Sungei Putih berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Sei Putih, Puskesmas Galang, dan Babinsa untuk melakukan fogging di Dusun 8, Desa Sei Putih, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan pada 19 September 2026 itu ditujukan untuk membantu mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di lingkungan masyarakat dan perumahan karyawan.
Pengasapan menyasar wilayah permukiman warga serta kompleks perumahan karyawan Unit Riset Sungei Putih. Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT RPN, anak usaha PTPN Group, dengan perhatian pada kesehatan dan kenyamanan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Pelaksanaan kegiatan didampingi Babinsa Desa Sei Putih Koramil 0204-18/Galang, Ishaq Sirait, dan petugas kesehatan Puskesmas Galang, Nursusila Hayati. Keterlibatan unsur desa, layanan kesehatan, aparat kewilayahan, dan perusahaan menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi risiko penyebaran DBD.
Fogging untuk menekan nyamuk dewasa
Nursusila menjelaskan, fogging dapat membantu menurunkan populasi nyamuk dewasa dalam waktu cepat, terutama ketika diperlukan penanganan segera. Namun, pengasapan bukan satu-satunya langkah pencegahan dan tidak menggantikan upaya menjaga kebersihan lingkungan.
“Fogging merupakan salah satu langkah untuk menurunkan populasi nyamuk dewasa secara cepat. Namun, masyarakat tetap perlu menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujar Nursusila.
Pesan tersebut menegaskan bahwa manfaat fogging perlu disertai tindakan yang dilakukan warga di sekitar rumah. Tempat penampungan air dan area yang berpotensi menimbulkan genangan perlu mendapat perhatian agar tidak menjadi lokasi berkembang biak nyamuk.
Kepala Dusun 8 Desa Sei Putih, Agus Salim, mengapresiasi kerja sama antara pemerintah desa dan PT RPN. Menurut dia, kegiatan itu menjadi bentuk antisipasi terhadap bahaya DBD sekaligus contoh kolaborasi antara pemerintah desa dan Unit Riset Sungei Putih yang wilayahnya berdekatan dengan permukiman warga.
Sinergi desa dan perusahaan di lingkungan sekitar
Kedekatan antara Desa Sei Putih dan Unit Riset Sungei Putih menjadi salah satu alasan pentingnya membangun kerja sama, kata Agus. Kesehatan lingkungan, dalam konteks ini, berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan aktivitas karyawan beserta keluarga yang tinggal di sekitar area tersebut.
Kepala Unit Riset Sungei Putih Pusat Penelitian Karet PT RPN, Aprizal Alamsyah, menyebut keterlibatan perusahaan sebagai bagian dari komitmen TJSL. Dukungan terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional, ujarnya, perlu dilakukan melalui kerja bersama.
“Pencegahan DBD bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau fasilitas kesehatan, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak. Karena itu, Unit Riset Sungei Putih berupaya mengambil bagian dalam kolaborasi ini,” kata Aprizal.
Kolaborasi tersebut mempertemukan pihak-pihak yang memiliki peran berbeda. Puskesmas memberikan pendampingan kesehatan, pemerintah desa berhubungan langsung dengan warga, Babinsa turut mendampingi kegiatan, sementara perusahaan mendukung upaya di kawasan yang berdekatan dengan wilayah operasionalnya.
Pemberantasan sarang nyamuk tetap diperlukan
PT RPN mengingatkan bahwa fogging tidak cukup untuk mencegah DBD secara berkelanjutan. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) tetap perlu dilakukan, antara lain dengan menguras dan menutup tempat penampungan air, menjaga kebersihan, serta menyingkirkan wadah atau lokasi yang dapat menampung air hujan.
Aprizal mengajak masyarakat tidak hanya mengandalkan pengasapan. Menurut dia, lingkungan yang terjaga dapat mengurangi tempat berkembang biak nyamuk, sedangkan pencegahan akan lebih efektif bila dikerjakan bersama dan terus-menerus.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan fogging. Yang paling penting adalah menjaga lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui kegiatan di Dusun 8, PT RPN, Pemerintah Desa Sei Putih, Puskesmas Galang, Babinsa, dan masyarakat mendorong pencegahan DBD secara kolaboratif. Kerja sama itu diharapkan mendukung lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi warga serta karyawan Unit Riset Sungei Putih dan keluarga mereka.
Upaya berikutnya tetap bertumpu pada keterlibatan sehari-hari masyarakat dalam menjaga kebersihan dan menghilangkan potensi genangan. Dengan demikian, fogging dapat menjadi bagian dari langkah pencegahan yang lebih luas, bukan satu-satunya tindakan dalam menghadapi risiko DBD.
