Karim Adeyemi Bersinar, Dortmund Ubah Strategi Kontrak

Olahraga

Karim Adeyemi tampil tajam bersama FC Barcelona setelah meninggalkan Borussia Dortmund, sebuah perkembangan yang membuat BVB mengevaluasi cara mereka mengelola kontrak pemain. Menurut laporan Bild, klub Jerman itu ingin memulai pembicaraan perpanjangan lebih awal agar tidak kembali menghadapi proses panjang seperti yang terjadi dengan sang pemain sayap.

Kontrak Adeyemi bersama Dortmund sejatinya masih berlaku hingga 2027. Namun, setelah sempat diliputi keraguan, para petinggi klub berusaha mengamankan masa depannya lebih cepat pada bulan-bulan terakhir musim lalu. Upaya itu tak berujung pada kesepakatan. Adeyemi justru menyatakan akan meninggalkan klub pada tahun berikutnya.

Dortmund kemudian bernegosiasi dengan Barcelona. Klub Spanyol tersebut akhirnya membayar biaya transfer 22 juta euro untuk mendatangkan pemain berusia 24 tahun itu. Kini, setelah melihat performanya di klub barunya, BVB disebut menilai langkah untuk memperpanjang kontrak Adeyemi sejak awal bukanlah keputusan yang keliru.

Performa Adeyemi menjadi bahan evaluasi Dortmund

Dalam sepuluh pertandingan resmi bersama Barcelona, Adeyemi telah mencatatkan tujuh kontribusi gol. Angka itu menjadi salah satu alasan mengapa kasusnya kembali menjadi perhatian di Dortmund. Laporan Bild menyebut rangkaian kejadian tersebut membuat klub merasa tidak puas ketika meninjaunya kembali.

Penilaian itu bukan semata-mata soal keputusan menjual pemain. Adeyemi memang telah menegaskan keinginannya untuk pergi, sementara kontraknya masih menyisakan waktu hingga 2027. Namun, pengalaman tersebut memperlihatkan bagi Dortmund pentingnya memperoleh kepastian lebih cepat mengenai masa depan pemain yang menjadi bagian penting dari rencana tim.

Klub kini ingin menghindari situasi ketika negosiasi berlarut-larut sebelum akhirnya harus mengambil keputusan terkait kepergian seorang pemain. Dengan memulai pembicaraan lebih awal, Dortmund berharap memiliki gambaran yang lebih jelas untuk menyusun perencanaan tim. Strategi itu menjadi pelajaran utama yang disebut muncul dari kasus Adeyemi.

Kobel, Anton, dan Ryerson masuk agenda perpanjangan

Tiga pemain yang masa kontraknya berlaku hingga 2028 kini menjadi fokus, yakni Gregor Kobel, Waldemar Anton, dan Julian Ryerson. Dortmund dikabarkan ingin memperpanjang kontrak mereka secepat mungkin. Ketiganya dinilai sebagai pemain andalan yang masa depannya perlu dipastikan sebelum klub menghadapi pembicaraan panjang seperti dalam kasus Adeyemi.

Menurut laporan yang sama, negosiasi dengan Anton diperkirakan menjadi yang paling mudah. Bek tengah itu telah memantapkan posisinya sebagai tandem Nico Schlotterbeck. Ia juga memimpin lini pertahanan ketika Schlotterbeck absen karena cedera.

Situasi Ryerson memiliki pertimbangan tersendiri. Pemain tersebut beberapa kali dikaitkan dengan ketertarikan dari klub-klub Inggris, meski belum konkret. Dortmund disebut ingin membuka pembicaraan dengannya pada November. Perpanjangan kontrak dapat meredam spekulasi itu sekaligus memberi klub kepastian mengenai masa depannya.

Peluang Gregor Kobel memperpanjang kontrak

Dortmund juga dikabarkan memiliki peluang cukup besar untuk mempertahankan Kobel. Meski begitu, kiper berusia 28 tahun itu mungkin baru akan mempertimbangkan pilihannya jika ada posisi penjaga gawang yang tersedia di klub yang benar-benar elite. Sejauh ini, peluang semacam itu belum muncul.

Kondisi tersebut membuka kemungkinan bagi Kobel untuk memperpanjang kontraknya melampaui 2028. Namun, laporan Bild tidak menyebut adanya kesepakatan yang sudah tercapai. Untuk saat ini, namanya berada dalam daftar pemain yang ingin segera diajak bicara oleh Dortmund.

Kasus Adeyemi memberi gambaran bahwa kontrak yang masih panjang belum tentu menjamin kepastian bagi sebuah klub. Bagi Dortmund, langkah berikutnya adalah mengubah pengalaman itu menjadi proses negosiasi yang lebih awal dan terencana. Perkembangan pembicaraan dengan Kobel, Anton, dan Ryerson akan menunjukkan seberapa cepat strategi baru tersebut mulai dijalankan.