Gabriel Jesus Berpeluang Jadi Starter Barcelona Kontra Getafe

Olahraga

Gabriel Jesus berpeluang tampil sebagai starter untuk pertama kalinya bersama Barcelona saat menghadapi Getafe pada Sabtu malam di La Liga. Penyerang asal Brasil itu disiapkan selama tiga pekan terakhir untuk mengisi kekosongan di lini depan setelah Raphinha dipastikan absen.

Kesempatan tersebut sekaligus menjadi ujian bagi rencana kebugaran Barcelona. Klub menyiapkan Jesus secara bertahap agar ia sanggup menjalani menit bermain lebih panjang, sementara pelatih Hansi Flick membutuhkan solusi untuk pertandingan yang akan datang.

Persiapan Gabriel Jesus selama jeda internasional

Menurut laporan surat kabar Spanyol, Sport, Barcelona merancang persiapan khusus bagi Jesus tanpa banyak sorotan. Saat 16 pemain klub dipanggil ke tim nasional masing-masing, ia tetap berada di klub dan menjalani program fisik selama tiga pekan. Ia tidak mendapat libur seperti para pemain yang bergabung dengan tim nasional.

Program itu ditujukan untuk meningkatkan daya tahan Jesus secara bertahap, bukan langsung memberinya beban besar. Barcelona menilai pemain tersebut kini mampu bermain sekitar 60 menit. Angka itu belum menjamin ia sanggup menanggung tanggung jawab penuh sepanjang pertandingan, tetapi menjadi perkembangan penting dalam pemulihan ritme kompetitifnya.

Flick sebelumnya dikenal berhati-hati dalam menentukan susunan pemain. Namun, ia memberi sinyal lebih terbuka mengenai peluang Jesus saat konferensi pers. Dengan kebutuhan di lini depan dan persiapan yang telah dijalani, laga melawan Getafe akan memperlihatkan sejauh mana rencana klub tersebut berjalan.

Absennya Raphinha membuka ruang di lini depan

Barcelona harus mencari pengganti Raphinha, yang absen pada dua pertandingan, yakni melawan Getafe dan Galatasaray dari Turki. Pemain sayap Brasil itu kini juga berperan sebagai penyerang tengah, menjabat kapten, serta menjadi pencetak gol terbanyak Barcelona dengan 14 gol sejak awal musim.

Kehilangan pemain dengan kontribusi tersebut membuat Flick perlu mempertimbangkan pilihan yang tersedia. Jesus tampak menjadi kandidat paling masuk akal untuk mengisi posisi di lini depan, terutama karena ia telah mengikuti program persiapan khusus ketika sebagian besar pemain inti menjalani jeda internasional.

Hamza Abdelkarim juga disebut sebagai opsi, tetapi pengalamannya dinilai belum cukup untuk memikul tanggung jawab sebagai starter di Stadion Camp Nou. Dalam situasi itu, kesempatan untuk Jesus bukan sekadar soal mengisi satu posisi. Barcelona perlu melihat apakah ia bisa memberi kontribusi sejak awal tanpa harus menanggung beban bermain terlalu lama.

Ujian bagi rencana kebugaran Barcelona

Jesus bergabung dengan Barcelona pada hari-hari terakhir bursa transfer. Ia juga tidak menjalani periode persiapan normal dalam bulan-bulan terakhirnya bersama Arsenal. Kondisi tersebut membuat kontinuitas bermain menjadi penting agar ia kembali mendapatkan ritme kompetitif, sekaligus membantu klub menilai kemampuannya secara lebih utuh.

Karena itu, batas sekitar 60 menit yang diperkirakan mampu dijalani Jesus menjadi pertimbangan tersendiri bagi Flick. Jika ia diturunkan sejak awal, Barcelona dapat menguji kesiapan fisiknya dalam pertandingan resmi, tanpa mengabaikan kebutuhan untuk mengelola beban bermain. Laga ini pun memberi gambaran apakah program tiga pekan klub cukup untuk menyiapkannya menghadapi tuntutan kompetisi.

Barcelona membutuhkan pilihan yang dapat diandalkan selama Raphinha absen. Namun, satu penampilan belum dengan sendirinya menjawab seluruh kebutuhan klub. Bagi Jesus, duel melawan Getafe berpotensi menjadi titik awal untuk membangun kesinambungan; bagi Flick, pertandingan tersebut menjadi kesempatan menilai apakah rencana yang disusun selama jeda internasional bisa diterapkan dalam situasi nyata.