Imunisasi HPV Karangasem 88,7 Persen, 1.000 Dosis Disiapkan

Kesehatan

Cakupan imunisasi HPV di Kabupaten Karangasem mencapai 88,7 persen pada 2026. Untuk mendekati target 100 persen, Dinas Kesehatan setempat menyiapkan sekitar 1.000 dosis vaksin bagi anak usia 11 tahun yang belum mendapat imunisasi, termasuk mereka yang tidak hadir saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, capaian tersebut mencakup anak laki-laki dan perempuan. Vaksinasi susulan akan dilakukan untuk menjangkau anak yang belum terlayani dalam kegiatan imunisasi di sekolah.

“Sekarang sudah hampir 90 persen. Kalau tidak salah 88,7 persen anak usia 11 tahun, baik laki-laki maupun perempuan, sudah mendapatkan imunisasi,” kata Gusti Pertama, Selasa (13/10/2026).

Angka itu menunjukkan sebagian besar sasaran telah memperoleh vaksin, tetapi masih ada anak yang perlu dijangkau. Dinas Kesehatan berupaya menuntaskan kekurangan tersebut melalui pendataan dan koordinasi dengan sekolah serta fasilitas kesehatan.

Sasaran imunisasi HPV diperluas pada 2026

Perluasan sasaran menjadi salah satu hal yang memengaruhi pelaksanaan imunisasi HPV tahun ini. Jika sebelumnya program menyasar anak perempuan berusia 11 tahun atau yang duduk di kelas V sekolah dasar, kini anak laki-laki pada usia yang sama juga menjadi sasaran.

Dengan cakupan yang dihitung pada kelompok anak laki-laki dan perempuan, upaya mengejar target memerlukan pendataan terhadap seluruh anak yang memenuhi kriteria. Dinas Kesehatan Karangasem bekerja bersama puskesmas, rumah sakit, fasilitas kesehatan lain, serta pihak sekolah untuk memastikan anak yang belum menerima vaksin dapat diketahui.

Menurut Gusti Pertama, sekitar 1.000 dosis tersedia untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapat imunisasi. Dosis tersebut disiapkan untuk mendukung vaksinasi susulan, terutama bagi anak yang terlewat ketika imunisasi berlangsung dalam rangka BIAS.

Petugas melakukan penelusuran melalui koordinasi dengan sekolah dan madrasah. Anak yang tidak hadir saat jadwal imunisasi didata, lalu diarahkan untuk mengikuti imunisasi susulan dengan bantuan petugas puskesmas.

Pendataan dan vaksinasi susulan di Karangasem

Langkah penelusuran penting agar anak yang absen saat kegiatan di sekolah tidak otomatis tertinggal dari program. Setelah terdata, keluarga dapat berkoordinasi dengan petugas puskesmas untuk memperoleh informasi mengenai pelaksanaan imunisasi susulan.

Dinas Kesehatan juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada orang tua. Dukungan keluarga dibutuhkan untuk memastikan anak yang masuk dalam sasaran program memperoleh vaksinasi. Imunisasi HPV bagi sasaran program diberikan secara gratis.

Upaya mengejar cakupan penuh tidak hanya bergantung pada ketersediaan dosis. Informasi mengenai sasaran, jadwal, dan tempat memperoleh imunisasi perlu tersampaikan dengan baik kepada keluarga, terutama jika anak tidak hadir saat pelaksanaan BIAS. Karena itu, koordinasi antara petugas kesehatan, sekolah, dan orang tua menjadi bagian dari proses menjangkau anak yang belum divaksin.

Gusti Pertama menyebut imunisasi sebagai bagian dari pemenuhan hak anak atas pelayanan kesehatan. Ia mengajak orang tua mendukung program agar seluruh anak yang memenuhi sasaran mendapat perlindungan melalui vaksinasi.

Dinkes ingatkan warga mencari informasi resmi

Di tengah upaya memperluas cakupan, Dinas Kesehatan juga menyoroti perlunya pemahaman yang tepat mengenai vaksin HPV. Gusti Pertama menegaskan bahwa anggapan vaksin HPV menyebabkan kemandulan tidak didukung bukti ilmiah. Ia meminta masyarakat mengandalkan informasi dari sumber resmi agar tidak keliru memahami manfaat maupun keamanan program.

Vaksin HPV merupakan bagian dari upaya mencegah penyakit akibat infeksi HPV, termasuk sejumlah jenis kanker. Karena itu, edukasi kepada orang tua berjalan beriringan dengan pendataan dan pemberian vaksin susulan.

Capaian 88,7 persen menjadi pijakan bagi Karangasem untuk melanjutkan penjangkauan terhadap anak yang belum menerima imunisasi. Dengan tersedianya sekitar 1.000 dosis dan koordinasi lintas layanan, pemerintah daerah berupaya membawa cakupan mendekati 100 persen. Orang tua yang anaknya belum mendapat vaksin dapat mencari informasi melalui sekolah atau puskesmas setempat.