Manchester City Didesak Hadapi Penyelidikan Keuangan Kedua

Olahraga

Manchester City menghadapi desakan dari sejumlah klub rival Liga Primer Inggris agar keuangan mereka diperiksa kembali untuk periode setelah 2018. Tuntutan itu muncul di tengah proses hukum atas 114 dakwaan pelanggaran aturan keuangan yang telah dinyatakan terbukti, sekaligus memicu perbedaan sikap di antara para pimpinan klub.

Menurut sejumlah laporan, sebagian klub menilai pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan apakah dugaan praktik yang menjadi pokok perkara sebelumnya masih berlangsung. Namun, ada pula pimpinan klub yang khawatir penyelidikan baru hanya akan memperpanjang sengketa dan menambah tekanan terhadap reputasi kompetisi.

Desakan berpusat pada periode setelah 2018

Putusan yang menjadi perhatian saat ini mencakup dugaan pelanggaran antara 2009 dan 2018. Akan tetapi, sejumlah rival Manchester City mempertanyakan apakah kondisi keuangan dan hubungan sponsor klub berubah setelah periode tersebut berakhir. Mereka menilai persoalan itu belum sepenuhnya terjawab.

Salah satu dasar kecurigaan mereka adalah temuan komisi independen terkait kesepakatan sponsor. Dalam putusan awal, kesepakatan tertentu disebut diduga digunakan untuk menyamarkan investasi pemilik klub. Komisi itu juga menetapkan bahwa Manchester City dan sponsor-sponsornya yang berbasis di Abu Dhabi merupakan pihak-pihak berelasi.

Para pimpinan klub yang mendukung pemeriksaan baru mempertanyakan apakah praktik tersebut benar-benar berhenti setelah 2018. Jika hubungan antara klub dan sponsor tidak berubah, mereka meyakini hal itu dapat menjadi dasar untuk menilai aktivitas keuangan pada musim-musim berikutnya. Namun, desakan tersebut belum berarti penyelidikan kedua telah diputuskan.

Klub-klub terbelah soal risiko sengketa baru

Perbedaan pandangan muncul karena sebagian pimpinan klub ingin persoalan diperiksa segera, sedangkan pihak lain menghendaki agar perkara yang berjalan saat ini diselesaikan lebih dahulu. Proses yang berlarut-larut telah menimbulkan kekecewaan di sepak bola Inggris, dan penyelidikan tambahan dikhawatirkan membuka babak panjang baru.

Keraguan juga berkaitan dengan ketersediaan bukti. Dakwaan awal sangat bergantung pada rangkaian surel yang bocor dan diterbitkan Der Spiegel pada 2018. Klub-klub rival mengakui bahwa menemukan bukti dengan kekuatan sebanding untuk periode setelah 2018 kemungkinan sulit.

Di tengah ketidakpastian itu, ancaman pemeriksaan lanjutan juga dipandang sebagian pihak sebagai alat tawar. Mereka berharap tekanan tersebut dapat mendorong Manchester City menerima hukuman yang akan dijatuhkan, alih-alih memperpanjang perkara melalui banding. Namun, belum ada kepastian bahwa strategi tersebut akan berpengaruh pada keputusan klub maupun proses hukum.

Dampak perkara bisa menjangkau persaingan gelar

Periode delapan tahun yang menjadi perhatian mencakup masa sukses besar Manchester City. Dalam rentang tersebut, Pep Guardiola membawa klub meraih enam gelar Liga Primer. Karena itu, potensi dampak penyelidikan maupun sanksi bukan hanya menyangkut administrasi keuangan, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap sejarah kompetisi.

Manchester City membantah keras dakwaan yang ditujukan kepada mereka. Klub telah mengajukan banding atas putusan awal dan menyatakan memiliki “bukti yang tak terbantahkan” untuk membersihkan nama mereka. Keputusan akhir mengenai banding dan hukuman lanjutan diperkirakan keluar pada tahun baru, meski sanksi belum ditetapkan.

Jika putusan bersalah dipertahankan, klub menghadapi kemungkinan hukuman berat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pilihan sanksi yang disebut mencakup denda besar, pengurangan poin, hingga pengusiran dari Liga Primer. Semua kemungkinan itu masih bergantung pada hasil proses yang berjalan.

Untuk saat ini, belum ada kesepakatan di antara klub-klub Liga Primer mengenai perlunya penyelidikan kedua. Perdebatan berikutnya akan bergantung pada hasil banding, keputusan sanksi, serta apakah tersedia dasar dan bukti yang cukup untuk memeriksa periode setelah 2018.