Kelangkaan BBM di Bali memicu antrean panjang di sejumlah SPBU, Selasa (13/10/2026). Di beberapa lokasi, pengendara harus menunggu hingga lebih dari satu jam untuk mengisi bahan bakar. Antrean kendaraan terlihat di wilayah Badung, termasuk jalur Denpasar-Gilimanuk dan kawasan selatan Bali yang menjadi pusat pariwisata.
Kepadatan terjadi di sejumlah SPBU, mulai dari Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, hingga Werdi Bhuwana, Sangeh, Lukluk, dan Dalung Permai. Antrean juga dilaporkan meluas ke Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan. Situasi tersebut berdampak pada arus lalu lintas di sekitar SPBU.
Antrean BBM meluas dari Mengwi hingga Kuta
Di SPBU Kelurahan Kapal, deretan kendaraan merayap di jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Sejumlah pengendara yang hendak mengisi BBM harus mengantre di badan jalan sebelum bisa masuk ke area pengisian.
Kepadatan serupa muncul di beberapa SPBU lain di Badung. Wilayah yang terdampak mencakup kawasan permukiman Dalung Permai serta daerah Badung bagian selatan, yang meliputi Nusa Dua, Jimbaran, hingga Uluwatu. Banyaknya kendaraan yang datang membuat antrean di sejumlah titik meluber ke akses sekitar.
Informasi yang dihimpun detikBali menyebut sebagian besar SPBU di Kuta dan Kuta Selatan turut didatangi pengendara. Lokasi-lokasi itu berada di kawasan dengan aktivitas kendaraan yang tinggi, sehingga antrean berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas setempat.
Di SPBU 54.083.08, Kelurahan Kapal, Pertalite menjadi pilihan sebagian besar pembeli. Kondisi itu membuat antrean pada lajur khusus Pertalite terlihat lebih panjang dibandingkan lajur untuk jenis BBM lainnya.
Pengendara menunggu lebih dari satu jam
Lamanya antrean dirasakan Gede Ari, warga Tabanan yang pulang bekerja dari Seminyak. Ia mengaku sempat berkeliling di sekitar Dalung untuk mencari SPBU dengan antrean yang lebih lengang, tetapi kondisi ramai membuatnya melanjutkan perjalanan ke SPBU Kapal.
“Lama antrenya karena waktu masuk ke SPBU itu saya udah disuruh mundur. Ternyata ada antrean. Sudah keliling di sekitar Dalung, masih ramai makanya saya ke sini,” kata Gede Ari.
Gede Ari mulai mengantre dari bagian belakang sekitar pukul 18.30 Wita. Ia baru bisa masuk ke area dispenser pengisian sekitar pukul 19.50 Wita. Pengalamannya menggambarkan waktu tunggu yang harus dihadapi sebagian pengendara di tengah padatnya pembeli BBM.
Antrean panjang tidak hanya menjadi persoalan bagi pengendara yang menunggu giliran. Kendaraan yang mengular di sekitar SPBU juga menambah kepadatan pada jalan di sekitarnya. Karena itu, pengaturan antrean dan arus kendaraan menjadi perhatian aparat di lokasi terdampak.
Polisi sebut ada kendala teknis pasokan
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba membenarkan kepadatan di sejumlah SPBU wilayah Badung. Menurut dia, antrean dipicu kendala teknis dalam proses pasokan BBM dari penyedia.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Polres Badung bersama jajaran menerjunkan personel pengamanan ke SPBU yang terdampak. Petugas bertugas membantu memastikan antrean tetap bergerak dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.
“Kami di Polres Badung dan jajaran, Polsek jajaran memastikan antrean dapat lancar, terutama yang mungkin berdampak kepada arus lalu lintas. Kami menjamin dan meyakinkan agar masyarakat tidak panik,” kata Joseph.
Penjelasan kepolisian menempatkan kendala pasokan sebagai pemicu antrean, sementara pengamanan difokuskan pada kelancaran kendaraan dan kondisi di SPBU. Pengendara di sejumlah wilayah Badung masih menghadapi antrean ketika hendak mengisi BBM, terutama pada lajur Pertalite di SPBU Kapal.
Kelancaran pasokan dan lalu lintas jadi perhatian
Meluasnya antrean dari Mengwi hingga Kuta dan Kuta Selatan menunjukkan dampak persoalan pasokan tidak terbatas pada satu titik. Di jalur Denpasar-Gilimanuk, kendaraan yang menunggu pengisian dapat berpengaruh pada arus kendaraan, sementara kepadatan di kawasan selatan terjadi di wilayah yang juga menjadi tujuan wisata.
Petugas kepolisian telah ditempatkan di SPBU terdampak untuk membantu mengurai antrean dan menjaga lalu lintas. Penjelasan mengenai kendala teknis pasokan juga menjadi konteks penting bagi warga agar tidak mengambil kesimpulan di tengah situasi yang belum sepenuhnya terang. Kelancaran distribusi dan pengaturan kendaraan di sekitar SPBU akan menentukan seberapa cepat antrean mereda.
