Diego Moreira Jadi Pembeda Milan di Derbi

Olahraga

Diego Moreira tampil menonjol saat AC Milan menghadapi Inter Milan di San Siro. Pemain asal Belgia itu menyumbang assist, merancang sepak pojok yang berujung gol, lalu mencetak gol lewat tendangan bebas. Malam itu menjadi panggung istimewa bagi pemilik nomor 22 Milan tersebut—nomor yang ia pilih untuk menghormati idolanya, Kaká.

Di hadapan sang legenda Brasil yang hadir di stadion, Moreira menikmati malam yang terasa seperti dongeng. Namun, ia tak ingin kisahnya dibingkai sebagai perbandingan dengan Kaká. “Terima kasih kepada Kakà karena sudah datang, tapi tidak perlu ada perbandingan,” ujarnya.

Kontribusi Moreira bukan hanya soal gol. Ia mengirim umpan yang membantu Christian Pulisic menanduk bola pada gol pertama, kemudian menginisiasi sepak pojok pendek kepada Adrien Rabiot. Gelandang Prancis itu menyelesaikan peluang dengan sepakan lob, membuat Milan kembali menghukum Inter.

Kepercayaan diri Moreira dan momen bersama Modric

Gol Moreira lahir dari tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi. Bola melengkung melewati jangkauan kiper Inter, membuat lebih dari 70.000 penonton di San Siro berdiri dan bersorak. Menurut laporan Goal.com, gol tersebut merupakan gol keempat Moreira dalam enam pertandingan Serie A.

Ada cerita kecil sebelum tendangan itu dilepaskan. Luka Modric sudah memegang bola dan tampak bersiap menjadi eksekutor. Moreira kemudian meminta kesempatan untuk mengambil tendangan bebas tersebut. Ia berdiri di hadapan Modric dengan kedua tangan terkatup, seperti sedang berdoa, dan sang gelandang Kroasia menyerahkan bola kepadanya.

Moreira mengaku yakin dengan kemampuannya, meski belum pernah mencetak gol tendangan bebas dalam pertandingan. “Saya percaya diri. Itu gol pertama saya dari tendangan bebas dalam pertandingan. Saya pernah melakukannya saat latihan, tetapi belum pernah dalam pertandingan,” katanya. Ia juga menyebut Pulisic memberinya kepercayaan untuk mengambil peluang itu.

Momen tersebut memperlihatkan bagaimana kepercayaan dari rekan setim ikut membuka ruang bagi pemain muda untuk mengambil tanggung jawab. Moreira tak hanya mendapat kesempatan mengeksekusi bola mati; ia juga mendapat dukungan dari pemain-pemain yang sudah lebih dulu memiliki pengalaman besar di Milan.

Dari incaran Roma hingga bergabung dengan Milan

Perjalanan Moreira ke San Siro nyaris mengambil arah berbeda. Gian Piero Gasperini dikabarkan sangat mengaguminya dan secara khusus meminta Roma merekrut pemain asal Liège itu. Keluarga Friedkin berupaya mendatangkannya dari Strasbourg sepanjang Juni, tetapi tawaran Roma tidak pernah melampaui 35 juta euro. Angka tersebut dinilai terlalu rendah oleh klub Prancis itu.

Milan akhirnya mengamankan transfer Moreira secara permanen untuk Ruben Amorim. Nilai dasar kesepakatan yang dilaporkan berada sedikit di atas 51 juta euro, tepatnya 51.282.051 euro. Angka itu belum termasuk sejumlah bonus yang dapat dibayarkan jika syarat-syarat tertentu terpenuhi.

Salah satu bonus bergantung pada kontribusi gol dan assist. Jika Moreira mencatat sedikitnya 10 gol dan assist secara keseluruhan dalam satu musim, Milan harus membayar tambahan 2.051.282 euro kepada Strasbourg. Klausul itu hanya dapat diaktifkan satu kali, baik pada musim ini maupun musim-musim berikutnya.

Ada pula bonus berdasarkan jumlah penampilan. Strasbourg berhak menerima tambahan 1.025.641 euro apabila Moreira menjadi starter setidaknya 15 kali dalam satu musim dan bermain minimal 45 menit pada setiap kesempatan tersebut. Dengan demikian, total nilai transfer dapat meningkat sesuai pencapaian pemain dan ketentuan dalam kesepakatan.

Investasi Milan yang mulai menunjukkan hasil

Di tengah besarnya nilai transfer, penampilan Moreira di derbi memberi Milan alasan untuk melihat investasinya sebagai langkah yang menjanjikan. Assist untuk Pulisic, ide sepak pojok yang dimanfaatkan Rabiot, dan gol tendangan bebasnya menunjukkan beberapa cara berbeda yang bisa ia berikan kepada tim.

Rabiot merayakan golnya bersama Moreira, sementara rekan-rekan setim disebut menilai pemain baru itu sebagai sosok yang menyenangkan di dalam maupun di luar lapangan. Dukungan suporter pun terlihat dari sambutan yang ia terima di San Siro. Bagi Milan, tantangan berikutnya adalah menjaga kontribusi itu tetap konsisten—dan bagi Moreira, membuktikan bahwa malam besar di derbi bukan sekadar awal yang indah.